3 Sumber Wax

Wax berasal dari berbagai macam sumber. Sifat wax dapat berubah tergantung pada sumbernya, sehingga dapat membuat masing-masing wax optimal untuk aplikasi yang berbeda. Lihatlah tiga sumber wax yang berbeda :

1. Wax yang Berasal dari Tanaman

Wax yang berasal dari tanaman  untuk yang menginginkan produk ramah lingkungan karena berasal dari sumber daya terbarukan dan berkelanjutan. Dua wax yang berasal dari tanaman yang umum adalah lilin carnauba dan lilin kedelai. Carnauba wax berasal dari daun palem carnauba. Disebut juga Palm wax. Carnauba Wax digunakan pada pemoles mobil, pemoles sepatu dan lantai karena dapat memberikan kilau pada lapisannya.

Soy wax berasal dari minyak kedelai. Soy wax banyak digunakan dalam lilin, dan beberapa kosmetik juga mengandung soy wax.

2. Wax yang Berasal dari Minyak Bumi

Dua jenis wax yang berasal dari minyak bumi yang paling umum digunakan adalah paraffin wax dan mikrokristalin wax. Kedua wax ini berasal dari minyak mentah, tetapi memiliki sifat yang berbeda. Paraffin wax berwarna putih dan tidak berbau. Ini adalah salah satu wax yang paling umum digunakan. Paraffin wax digunakan dalam lilin, pelapis kertas, dan krayon.

Mikrokristalin wax berwarna lebih gelap jika dibandingkan dengan Paraffin wax dan juga memiliki tekstur yang lebih tajam. Mikrokristalin wax  digunakan dalam produk karet, lilin, dan kosmetik.

3. Wax yang Berasal dari Hewan

Wax yang berasal dari hewan biasanya berasal dari hewan dan serangga. Jenis wax yang berasal dari hewan yang paling umum adalah beeswax. Lebah menghasilkan lilin ini dan menggunakannya untuk membangun sarangnya. Beeswax digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk kosmetik dan pembuatan lilin. Tallow (lemak) adalah jenis wax hewan lainnya, dibuat dari lemak hewani, termasuk daging sapi dan lemak babi. Wax ini digunakan dalam beberapa bahan bakar, sabun, dan lilin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *