Cara Membuat Batik Dengan Menggunakan Wax

Batik adalah suatu metode dari kebudayaan Jawa untuk menghasilkan desain pada kain dengan menggunakan wax. Setelah kain dicat dengan desain wax, ia ditempatkan dalam bak pewarna dimana hanya area yang tidak terkena wax yang dicelup. Ahli batik dapat menghasilkan desain yang rumit dengan melapiskan warna dan menggunakan celah pada wax untuk menghasilkan garis detail halus. Bahkan jika Anda bukan seorang ahli dalam membuat batik, Anda bisa mendapatkan beberapa efek yang bagus hanya dengan menggunakan beberapa bahan dan kreatifitas.

Berikut tahapan-tahapannya :

  1. Cuci bersih kain Anda. Gunakan air panas untuk mencuci kain dalam deterjen (seperti Synthrapol) untuk menghilangkan bahan kimia dan kotoran yang dapat mempengaruhi pewarnaan.
  2. Warnai kain Anda dengan warna dasar. Warna dasar ini adalah warna yang akan ditampilkan dibawah penahan wax.
  3. Lelehkan wax Anda. Wax perlu dilebur dalam electric pot atau dengan menggunakan double boiler.
  • Berhati-hatilah dengan wax panas. Jangan memanaskannya di atas 240 ° karena dapat mengeluarkan asap atau bahkan terbakar.
  • Anda tidak disarankan untuk memanaskan wax di atas kompor. Disarankan untuk menggunakan electric pot dan double boiler karena kedua alat tersebut memanaskan wax secara perlahan dan dengan panas yang lebih rendah.
  1. Regangkan kain Anda pada lingkaran bordir (embroidery hoop). Lingkaran akan menjaga agar kain tetap terarah dan stabil, dapat memudahkan Anda mengaplikasikan wax dengan presisi yang lebih tinggi.
  • Jika Anda menerapkan desain pada petak kain yang besar, Anda dapat meletakkan kertas koran atau kertas karton di permukaan kerja Anda tanpa merentangkannya di atas lingkaran. Wax akan menembus kain, sehingga permukaan pelindung di bawahnya sangat dianjurkan.
  1. Mulailah mengoleskan wax dengan alat Anda. Berbagai alat akan menghasilkan kualitas garis yang berbeda, sehingga beberapa eksperimen sebelumnya disarankan.
  • Gunakan single-spouted tjanting untuk menggambar garis dan desain tipis. Ini adalah alat standar yang sangat fleksibel dan tersedia dalam berbagai ukuran semburan.
  • Double-spouted tjanting menciptakan garis paralel dan juga dapat digunakan untuk mengisi area yang lebih besar.
  • Kuas juga bisa digunakan untuk menutupi area yang luas. Kuas dapat digunakan secara tradisional, dalam goresan luas, atau sebagai alat penetapan untuk pola titik.
  • Gunakan cetakan untuk membuat bentuk yang seragam. Cetakan bisa dibuat dari apa saja yang bisa mengambil panas dari wax. Cobalah mengukir kentang menjadi suatu bentuk, atau menggunakan ujung tangkai selederi untuk membuat setengah lingkaran.
  1. Atur suhu wax Anda. Wax harus cukup panas untuk menembus kain, tetapi tidak begitu panas sehingga menyebar saat diaplikasikan. Wax akan terlihat bening/tidak berwarna jika telah menembus ke sisi lain kain.
  2. Bersiap-siap untuk mewarnai kain Anda. Saat mempertimbangkan warna yang akan digunakan saat pewarnaan, Anda disarankan untuk mulai dengan warna-warna paling terang terlebih dahulu (seperti kuning) dan kemudian dilaknjutkan ke arah warna yang lebih gelap.
  • Cuci kain Anda dengan Synthrapol.
  • Larutkan pewarna Anda dengan mengikuti instruksi pada bungkus perwarna. Beberapa pewarna (seperti merah) lebih sulit larut daripada yang lain.
  • Tambahkan sedikit garam non-yodium. Untuk 1/2 pon kain kering, tambahkan 1 1/2 gelas garam. Untuk satu pon kain, gunakan 3 cangkir garam.
  • Tambahkan kain Anda (dalam keadaan lembab). Aduk perlahan, tetapi sering selama 20 menit.
  • Campurkan abu soda. Abu soda atau natrium karbonat, digunakan untuk mengikat pewarna ke selulosa dalam serat. Larutkan abu dalam air hangat dan tambahkan ke secara perlahan-lahan (selama 15 menit), berhati-hatilah untuk tidak meletakkannya langsung ke kain (yang dapat menyebabkan perubahan warna). Untuk setiap 1/2 pon kain kering, tambahkan 1/6 cangkir garam. Untuk satu pon kain, gunakan 1/3 gelas garam. Aduk perlahan, tetapi sering selama 30 menit.
  • Bilas kain Anda dan cuci pewarna yang masih tersisa. Cuci kain Anda dengan menggunakan air dingin sampai bersih. Kemudian cuci dengan air panas menggunakan Synthrapol. Apabila menggunakan beberapa warna yang lebih gelap, seperti merah atau coklat, pencucian kedua mungkin diperlukan untuk menghilangkan sisa pewarna yang berlebih. Setelah selesai, keringkan.
  1. Ulangi lagi pengaplikasian wax untuk menambahkan lebih banyak lapisan warna dan desain. Dengan setiap lapisan tambahan yang ingin Anda tambahkan, ikuti langkah-langkah dalam teknik pewarnaan. Ingatlah untuk memberi warna paling gelap terakhir.
  2. Menghilangkan wax. Setelah selesai dengan semua pewarnaan, Anda dapat menghilangkan wax dengan salah satu dari dua cara berikut:
  • Isi panci (atau alat apapun) yang cukup besar untuk memuat kain Anda dengan air dan beberapa tetes Synthrapol. Setelah air mulai mendidih, tambahkan kain Anda dan timpa dengan batu untuk menjaga wax (yang akan mengambang di atas) agar tidak menempel lagi dengan kain. Setelah beberapa menit, wax akan terlepas dari kain. Setelah semua wax terlepas dari dari kain, biarkan panci mendingin sepenuhnya, dan lepas/kupas lapisan wax dari bagian atas panci.
  • Letakkan kain di antara dua lembar kertas penyerap dan letakkan setrika di atas kain yang diapit. Wax dapat meninggalkan residu, jadi pastikanlah wax sudah hilang. Mengganti kertas secara berkala dapat membantu menghilangkan wax yang tersisa.
  1. Cuci dan keringkan kain Anda. Letakkan kain Anda ke mesin cuci dengan menambahkan Synthrapol untuk terakhir kalinya untuk memastikan semua pewarna yang tersisa hilang dibersihkan. Keringkan kain Anda baik dengan cara dijemur atau menggunakan mesin pengering. Batik Anda pun selesai!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *