Efek Jangka Panjang Menggunakan White oil sebagai Pencahar

White oil adalah produk berbasis minyak yang dijual bebas yang bisa digunakan untuk mengobati sembelit sebagai pencahar jenis pelumas. Tidak seperti pencahar stimulan, pencahar pelumas seperti white oil bekerja dengan melapisi usus dan tinja dengan lapisan kedap air, yang berfungsi agar kelembaban tetap terjaga dan melumasi dinding usus.

Dengan menjaga usus agar terhidrasi dengan baik, tinja menjadi lunak dan lebih mudah melewati sistem pencernaan Anda dan, pada akhirnya untuk dibuang. White oil, bersama dengan produk pencahar yang dapat ditelan lainnya seperti Milk of Magnesia (magnesium hydroxide), dikenal berhasil digunakan untuk mengobati sembelit.

Tetapi ketika Anda berurusan dengan sembelit kronis, Anda mungkin ingin mempertimbangkan opsi pencahar lain karena terdapat efek jangka panjang dari menggunakan white oil.

Efek Jangka Panjang White Oil

Ketika mempertimbangkan untuk mengatasi sembelit kronis, Anda harus mempertimbangkan efek jangka panjang dari perawatan yang Anda pilih. Seperti pengobatan  lainnya, penggunaan white oil dalam jangka panjang pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan. Efek samping dari mengonsumsi white oil dapat berdampak ringan hingga berat, dan harus dipertimbangkan sebelum memulai perawatan jangka panjang. Selain memahami efek jangka panjang dari dampaknya terhadap penyerapan nutrisi atau masalah pada dubur, Anda harus yakin bahwa Anda tidak ada dalam katagori orang yang tidak boleh mengonsumsi white oil.

Dampaknya pada Penyerapan Vitamin dan Mineral

Saat dikonsumsi, white oil dapat mengganggu penyerapan mineral seperti kalsium, fosfor, dan kalium. Ini juga dapat mengganggu penyerapan vitamin, terutama yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Dampak negatif ini pada penyerapan nutrisi adalah sebab mengapa white oil biasanya dikonsumsi pada malam hari dan dalam keadaan perut kosong, yang memberikan efek samping seperti sakit perut dan mual.

Untuk memastikan tubuh Anda masih mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan, pertimbangkan juga untuk mengonsumsi suplemen nutrisi setidaknya dua jam sebelum atau setelah mengonsumsi white oil.

White oil dan Masalah pada Rektum

Mengonsumsi white oil secara teratur dan dalam dosis besar juga dapat menyebabkan sejumlah efek samping anorektal, termasuk:

  • Kebocoran Rektal: Terkadang white oil melewati sistem pencernaan Anda dan tidak berasimilasi dengan feses atau urin Anda.
  • Gatal – gatal : Mengonsumsi white oil terlalu sering dapat menimbulkan gatal pada anus.
  • Memperlambat penyembuhan : Jika Anda memiliki luka pasca operasi di daerah anorektal Anda, mengonsumsi white oil  dapat memperlambat penyembuhan.

White oil dan Radang Paru

Selain efek samping dan efek jangka panjang yang terkait dengan konsumsi white oil, jika Anda terus-menerus menghirupnya, Anda bisa terkena pneumonitis lipid atau radang paru-paru. Kondisi ini lebih mungkin untuk berkembang jika Anda mengonsumsinya sebelum tidur atau pada lansia atau dalam kondisi bed rest.

Siapa Yang Harus Menghindari Mengkonsumsi White oil?

Orang-orang tertentu tidak boleh menggunakan white oil, yaitu:

  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah
  • Lansia, pasien yang berbaring di tempat tidur
  • Wanita hamil
  • Pasien dengan retensi esofagus atau lambung, disfagia, atau hernia hiatal
  • Pasien didiagnosis menderita kelainan dalam menelan
  • Orang yang menggunakan jenis obat tertentu seperti pengencer darah harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum mengonsumsi white oil sebagai pencahar

Overdosis yang Disebabkan White Oil

Jika Anda mengonsumsi white oil sebagai pencahar, gejala yang mungkin Anda alami jika terlalu banyak mengonsumsi adalah:

  • Dehidrasi akibat diare parah
  • Mual & muntah
  • Sakit perut

Jika Anda merasa mengalami gejala overdosis, Anda harus segera mencari perhatian medis. Sebenarnya White oil tidaklah berbahaya jjika dikonsumsi dengan benar dan berdasarkan Clinical Toxicology of Commercial Products, kemungkinan jumlah dosis yang dapat menyebakan kematian adalah jika mengonsumsi lebih dari 1 liter (untuk orang dengan berat badan 68 Kg).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *