Memilih Antara Soy Wax vs Paraffin Wax

Soy Wax

Soy Wax terbuat dari minyak kedelai dan dapat juga mengandung bahan non-kedelai lainnya. Minyak kedelai dipisahkan dari kacang dengan menggunakan mesin press atau dengan menggunakan pelarut untuk mengekstrak minyak. Langkah utama dalam pembuatan soy wax adalah proses yang disebut hidrogenasi. Pada dasarnya, minyak kedelai dicampur dengan larutan hidrogen sehingga menyebabkan minyak mengeras dan menjadi wax. Setiap produsen memiliki proses yang berbeda dan kebanyakan dari mereka menyimpan cara masing-masing tetapi dengan proses relatif sama.

Soy wax adalah produk alami yang memiliki sifat-sifat umum seperti :

  • Tidak Beracun.
  • Terbuat dari 100% minyak kedelai atau kombinasi dari bahan non-kedelai lainnya (produk hewani dan / atau produk nabati lainnya).
  • Sumber bahan bakar bersih – yang berarti soy wax memenuhi persyaratan yang mengklasifikasikannya sebagai pembakaran bersih.
  • Tidak berwarna – berarti wax itu sendiri tidak mengandung warna apa pun dan biasanya tampak buram.

Paraffin Wax

Paraffin wax berbahan dasar petroleum dan dibuat menggunakan minyak mentah (juga dikenal sebagai bahan bakar fosil) yang diekstrak dari bumi. Pada tingkat molekuler, minyak mentah adalah campuran hidrokarbon yang diciptakan dari dekomposisi tumbuhan dan hewan yang hidup di bawah air beberapa tahun yang lalu. Setelah diekstrak, minyak mentah dikirim ke kilang di mana kemudian diubah menjadi produk jadi seperti minyak pelumas.

Paraffin wax adalah produk alami yang memiliki sifat:

  • Tidak Beracun
  • Non-Reaktif – yang berarti bahwa selama tes laboratorium tertentu, wax tidak merespon atau bereaksi terhadap rangsangan tertentu.
  • Penghalang air yang sangat baik – paraffin wax sangat bagus untuk menahan air dan cairan lainnya.
  • Sumber bahan bakar bersih- yang berarti paraffin wax memenuhi persyaratan yang mengklasifikasikannya sebagai pembakaran bersih.
  • Tidak berwarna – berarti wax itu sendiri tidak mengandung warna apa pun dan biasanya tampak semi-transparan.

Jadi apa yang menyebabkan perdebatan?

Perdebatan terbesar ketika kita membicarakan paraffin wax adalah apakah itu baik atau buruk untuk Anda. Anda dapat menemukan banyak artikel online berbicara tentang bagaimana paraffin wax menimbulkan “polusi” ke udara yang buruk untuk pernapasan Anda. Pernyataan itu tidak benar-benar salah, tetapi itu juga tidak sepenuhnya benar. Baik paraffin wax dan soy wax dapat menghasilkan polusi tergantung pada bagaimana wax dibuat dan bagaimana wax dibakar. Sementara polusi yang dihasilkan wax tidak baik untuk sistem pernapasan Anda, umumnya tidak memberikan dampak buruk; adalah bahan kimia yang dipancarkan wax yang berbahaya bagi kesehatan Anda. Paraffin wax dapat menghasilkan emisi tertentu yang dapat membahayakan kualitas udara di rumah Anda. Ini termasuk: alkan, alkena dan toluena yang semuanya telah disebut memiliki efek berbahaya pada manusia. Namun jumlah bahan kimia yang dilepaskan ke udara sangat minim sehingga kebanyakan orang tidak terpengaruh oleh mereka.

Bertentangan dengan yang diketahui okeh banyak orang, soy wax candle dapat memancarkan bahan kimia ke udara juga. Lebih dari 90% tanaman kedelai di Amerika Serikat dimodifikasi secara genetis dan ditanam menggunakan pestisida. Beberapa produsen soy wax mengolah minyak kedelai mereka untuk menyaring bahan rekayasa genetika serta “herbisida atau pestisida yang berpotensi timbul” . Tidak semua produsen soy wax melakukan ini meskipun yang berarti sebagian besar soy wax memiliki potensi untuk mengeluarkan bahan kimia ke udara dari herbisida dan pestisida.

Jadi sekarang Anda mungkin berpikir “Oh tidak! Paraffin wax dan soy wax beracun? Apa yang harus saya lakukan sekarang?” Pertama-tama, kedua jenis wax itu tidak beracun. Keduanya harus melewati serangkaian tes dan memenuhi standar tertentu sebelum mereka dapat dipasarkan sebagai wax yang aman untuk digunakan dalam lilin. Kuncinya adalah moderasi. Ketika berhubungan kesehatan Anda, obat, junk food, alkohol, cokelat, semua hal ini baik-baik saja asalkan masih dalam jumlah normal. Jika Anda membakar lilin Anda di ruangan yang berventilasi baik, dengan sumbu yang dipangkas dengan baik yang tidak menghasilkan banyak jelaga atau asap, kemungkinan Anda tidak akan merasakan efek negatif pada kesehatan Anda. Namun, jika Anda cenderung peka terhadap hal-hal seperti parfum atau asap, Anda mungkin bereaksi terhadap lilin yang menyala di rumah Anda.

Bau yang Dihasilkan

Ketika Anda membandingkan bau dari paraffin wax dengan soy wax, biasanya paraffin wax lebih kuat. Mengapa? Karena pada segi molekuler, kedelai lebih padat daripada paraffin. Karena kedelai lebih padat, ia membutuhkan lebih banyak panas untuk membakarnya yang bisa lebih lama bagi soy wax untuk melepaskan aroma. Saat lilin meleleh, panas api menguapkan lilin cair yang mengeluarkan baunya ke udara. Jadi, jika paraffin terbakar lebih mudah, maka  akan mengeluarkan aroma yang lebih kuat.

Lama Waktu Bakar

Ada beberapa faktor yang berbeda yang akan mempengaruhi waktu membakar lilin (ukuran sumbu, aditif dalam lilin, ukuran lilin, suhu leleh lilin) jenis lilin yang Anda gunakan akan mempengaruhi waktu. Seperti dinyatakan sebelumnya, soy wax lebih padat daripada paraffin wax dan biasanya membutuhkan panas yang lebih untuk membakarnya. Ini berarti bahwa soy wax akan terbakar lebih lama daripada paraffin wax.

Jadi, apa yang harus saya pilih?

Pemilihan kedua jenis wax tersebut benar-benar bermuara pada preferensi pribadi. Jika Anda memutuskan bahwa Anda menginginkan wax yang bersih dan memiliki aroma yang kuat, Anda dapat memilih paraffin wax. Jika Anda menginginkan wax yang bersih dan berasal dari sumber yang dapat diperbaharui, mungkin soy wax adalah pilihan Anda.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *